Studi kasus ini memakai skenario umum dan non-rahasia. Tujuannya menunjukkan bagaimana kapabilitas legal, compliance, dan teknologi George dapat diterjemahkan menjadi deliverable praktis.
01 · Business Automation
Tracker monitoring izin dan dokumen
Problem: dokumen perizinan, tenggat renewal, dan file pendukung sulit dipantau lintas unit.
Solution: membuat tracker berbasis Excel atau Google Sheet dengan label status, timeline renewal, pemetaan PIC, dan ringkasan siap dashboard.
Output: database izin, logika reminder renewal, dashboard status, dan peta arsip dokumen.
AutomationComplianceTracker
02 · Website Development
Website company profile profesional
Problem: profesional atau penyedia jasa membutuhkan profil online kredibel untuk mendukung diskusi HR, klien, dan partnership.
Solution: membuat website bilingual dengan service funnel, download CV, portofolio, CTA WhatsApp, metadata SEO, halaman privacy, dan disclaimer.
Output: website responsif, halaman layanan, alur inquiry, preview Open Graph, dan paket deployment.
WebsiteSEOProfile
03 · NDA Workflow
Intake NDA dan checklist risiko
Problem: permintaan NDA masuk dengan detail tidak konsisten sehingga review dan persiapan menjadi lebih lambat.
Solution: membuat struktur intake yang mencakup nama pihak, tujuan, periode kerahasiaan, pengecualian, hukum yang berlaku, dan kesiapan approval.
Output: checklist NDA, outline draft, catatan review, dan tracker kesiapan tanda tangan.
NDALegal DocumentChecklist
04 · Legal-Tech Workflow
Workflow asisten review dokumen
Problem: tim legal dan compliance sering menghabiskan waktu untuk merangkum dokumen dan mengidentifikasi klausul penting secara berulang.
Solution: membuat workflow berbantuan AI yang terstruktur untuk mengekstrak para pihak, kewajiban, tanggal, risiko, dan tindak lanjut.
Output: template ringkasan, kerangka prompt, catatan risiko, dan struktur memo internal.
Legal-TechAI WorkflowReview